Showing posts with label Riset Ekonomi Terbaru. Show all posts
Showing posts with label Riset Ekonomi Terbaru. Show all posts

Friday, 20 December 2019

RENCANA EKONOMI KREATIF NTB: POINT-POINT SAJA

DR. M FIRMANSYAH
STAF PENGAJAR MEGISTER ILMU EKONOMI (MIE)

 PENDAHULUAN
  • PERDA KREATIF SEJALAN DENGAN VISI EKSEKUTIF (GUBERNUR)--PROGRAM INDUSTRIALISASI.
  • SEJALAN DENGAN POTENSI EKONOMI NTB--CORE TOURISM
  • SEJALAN DENGAN LINGKUNGAN EKSTERNAL--ERA INDUSTRI 4.0
DASAR PIKIR (ASPEK EMPIRIS-SOSIOLOGIS) di NTB
  • KOMPETISI DUNIA BEGITU KETAT, INSTITUTIONAL CHANGE (PERUBAHAN KELEMBAGAAN) BEGITU DINAMIS.
  • NTB SEDANG GIAT MENCANANGKAN PEMBANGUNAN INDUSTRIALISASi
  • NTB PUNYA STIP (SCIENSE TECHNO INDUSTRIAL PARK)--MURNI KREATIFITAS MELAHIRKAN INOVASI.
  • KAWASAN MANDALIKA SEBAGAI INDUSTRIAL TOURISM CLUSTER--DIBUTUHKAN INDUSTRI PARIWISATA KREATIF
  • KAWASAN SAMOTA DAN BANYAK TELUK DI NTBà KREATIFITAS EKONOMI DALAM 3 ASPEK: SHIPING, FISHING DAN TOURISM
  • SAMOTA MENJADI GEOPARK DUNIA--KREATIFITAS DALAM RISET DAN PENGEMBANGAN.
  • ADA RINJANI, DAN SETERUSNYA.
  • PEMBANGUNAN DESA --DESA MANDIRI SELALU DILANDASKAN KREATIFITAS KEPALA DESA DAN MASYARAKATNYA

INDUSTRIALISASI SELALU BERAWAL DARI PROSES INOVASI--INOVASI LAHIR DARI PROSES KREATIFITAS DAN BENTUAKAN EKOSISTEM INOVASI.

TUJUAN DARI REGULASI EKONOMI KREATIF:
  1. MENSUKSESKAN INDUSTRIALISASIÀTUJUAN UMUM
  2. MENGIDENTIFIKASI, MEMFASILITASI TUMBUHNYA INOVASI DAN KREATIFITAS.
  3. MENINGKATKAN TARAF HIDUP EKONOMI MASYARAKAT.
  4. MENINGKATKAN EKSPOR PRODUK DAERAH
BEBERAPA KAJIAN
  • STUDI FAHMI, KOSTER DAN DIJK (2016): PERLU DI PISAH EKONOM KREATIF PERSPEKTIF INOVASI INDUSTRI DAN INDUSTRI BERBASIS KULTURALÀ DALAM RANGKA TETAP MEMPERTAHANKAN KEASLIAN NILAI (KULTURAL).
  • EMIKO KAKIUCHI DANKIYOSHI TAKEUCHI (2014). INDUSTRY KREATIF MEMILIKI PERAN UTAMA DALAM EKONOMI JEPANG. BAHKAN DIEXPAND, KOTA-KOTA TERMASUK KANAZAWA, NAGOYA, DAN KOBE SECARA EKSPLISIT MENGADOPSI STRATEGI KOTA KREATIF.


TEMUAN PERAN EKONOMI KREATIF BERDASAR KAJIAN ILMIAH:
  • FIGHTING UNEMPLOYMENT
  • PART IN GDP, VALUE ADDED
  • FOREIGN TRADE (EXPORT)
  • SOCIAL INCLUSION
  • SOCIAL AND CULTURAL DEVELOPMENT
  • INCREASING QUALITY OF LIFE
  • FIGHTING YOUTH UNEMPLOYMENT 
  • OTHER INDICATORS OF SOCIO.

ISTILAH EKONOMIKREATIF
"PADA TAHUN 2001, JOHN HOWKINS, SEORANG KONSULTAN YANG AKRAB DENGAN INDUSTRI MEDIA DAN HIBURAN, MENGGUNAKAN ISTILAH "EKONOMI KREATIF" UNTUK MENGHUBUNGKAN IDE-IDE KREATIVITAS BUDAYA DAN INOVASI EKONOMI (HOWKINS, 2001)"

PENENTU KESUKSESAN EKONOMI KREATIF (Fahmi Et Al, 2016)
  • MODAL MANUSIA--UNTUK MEMULAI BISNIS KREATIF, ORANG-ORANG KREATIF DIPERLUKAN. ORANG-ORANG SEPERTI ITU UMUMNYA BERJIWA MUDA DAN MUDAH BERADAPTASI DENGAN PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BARU.
  • IKLIM EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN--sTRUKTUR PEKERJAAN DAN KONDISI EKONOMI DAPAT MENENTUKAN LOKASI INDUSTRI KREATIFIKLIM DAN BUDAYA WIRAUSAHA YANG BAIK AKAN MENDORONG ORANG UNTUK MENCARI PELUANG BARU DAN MEMULAI BISNIS BARU.

PENTINGNYA EKONOMI KREATIF-->
  1. PASAR POTENSIAL --INDUSTRI KREATIF DIKAITKAN DENGAN KOTA-KOTA PASCA-INDUSTRI, DI MANA INDUSTRI JASA SEMAKIN MENDOMINASI EKONOMI.
  2. EKONOMI URBANISASI--INDUSTRI KREATIF TELAH MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DARI EKONOMI URBANISASI YANG MENDUKUNG INOVASI DAN FLEKSIBILITAS DENGAN MEMFASILITASI ALIRAN INFORMASI DAN JARINGAN INTERAKSI. KOTA-KOTA BESAR KHUSUSNYA ADALAH RUMAH BAGI KERAGAMAN YANG LUAS YANG MENDORONG PEMUPUKAN GAGASAN.
  3. FAKTOR KELEMBAGAAN--TATA ATURAN, TATA NILAIORGANISASI MENJADI PENDORONG TUMBUHNYA INDUSTRI KREATIF.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Thursday, 12 December 2019

Allah Gerakan sistem Ekonomi

Sahabat, saya ingin mengajak sahabat Untuk merenungi bagaimana sistem ekonomi bekerja dan Allah SWT gerakan sistem itu secara mudah saja, hanya sekedar “kun faya kun”. 
1.    Anda pernah mengalami keluar rumah Bersama keluarga ingin cari makan di luar. Padahal ada makanan di rumah? percayalah, Allah tengah mengatur uang Anda menjadi rejeki untuk orang lain. Dalam ilmu ekonomi dikenal velocity of money  yang Allah putar dari tangan satu ke tangan lain. Kecepatan perputaran uang tergantung sungguh dari ikhtiar manusia dan doa-doa terbaik mereka.
2.    Anda pernah bercita-cita jadi tantara, dokter, dosen atau profesi lain. Ternyata anda jadi pedagang, jadi pengusaha atau apapun yang tidak sesuai keinginan anda. Allah telah mengatur porsi keseimbangan tenaga kerja dan profesionalime di dalamnya. 
3.    Anda pernah mutar-mutar naik mobil cari makanan, warung yang dekat dibaikan, warung agak jauh dan jauh tidak juga beli, terus mutar sampai akhirnya warung yang dekat rumah tadi menjadi tujuan anda? Di situlah mekanisme ekonomi Allah SWT gerakan, bahwa porsi pemasukan warung yang dekat tidak akan ditukar. 
4.    Anda pernah merasakan tiada angin tiada hujan diundang orang untuk makan siang? Allah tengah menahan uang anda untuk tidak kaluar dompet siang itu, atau harus keluar namun untuk orang lain. 
5.    Anda pernah merasakan kehilangan barang berharga anda? Laptop misalnya? Allah tengah mengganti laptop anda dengan yang baru dan memberi pemasukan ekonomi bagi penjual laptop.
6.    Anda pernah mengalami rusak hand phone? Allah sedang memberi rejeki pada tukang service handphone, alat spare part, ojek yang anda tumpangi, atau tukang bensin mobil anda, warung minuman karena anda haus di tengah jalan, anak anda merengek minta naik odong-odong, ada yang jual kacang dan pisang rebus di jalan, tambal ban karena tiba-tiba ban motor pecah dan seterusnya.

Sahabat, tentu tidak cukup kertas untuk menjelaskan betapa Allah mengatur mekanisme ekonomi secara sempurna. Allah pasti memberi porsi yang stabil, Walau demikian tinggi rendah porsi itu tergantung ihtiar masing-masing hamba.    

Tuesday, 10 December 2019

Kesenjangan antara Desa dan Kota (Review Jurnal)

Kita akan melakukan review artikel yang ditulis Oleh Chen dkk (2018) terkait artikel mereka yang berjudul: 

"The changing rural-urban divide in China's megacities"

Tentu sangat menarik melihat kesenjangan antara pedesaan-perkotaan di era 4.0. Apalagi di Indonesia tengah hangat-hangatnya dibahas pembanguan desa, dana desa, desa wisata dan seterusnya. Apakah telah terjadi penyempitan kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan?

Chen dkk (2018) melakukan penelitian di 14 Kota besar di China. Bagaimana mereka berubah, bagaimana mereka hidup dan bersaing. Peneliti ini melakukan pengamatan dari tahun 1990 Sampai 2015.

Apa yang coba dilihat dalam penelitian ini, yaitu kesenjangan pendapatan perkotaan-pedesaan dan perubahan ukuran tenaga kerja perkotaan dan pedesaan, Produk Domestik Bruto (PDB), produktivitas pertanian, dan sumber pendapatan pedesaan.

Pembahasan diperoleh dari hasil analisis data sekunder dan wawancara dengan pejabat pemerintah daerah, peneliti universitas, perencana kota lokal dan penduduk.

Apa yang mereka temukan? Ternyata di Cina telah terjadi peningakatan pesat antara pedesaan dan perkotaan. Misalnya: 
1. Pendapatan absolut telah meningkat
2. Pembagian pendapatan desa-kota telah menyusut
3. Tenaga kerja pertanian menurun, namun produktivitas pertanian meningkat
4. Sumber-sumber pendapatan penduduk pedesaan menjadi lebih beragam. 


Lebih jauh, mereka temukan proses untuk mengkordinasikan pembangunan perkotaan dan pedesaan dan integrasi daerah perkotaan-pedesaan di Cina yang digerakan oleh empat kekuatan penting dan utama, yaitu:
1. Pembangunan ekonomi dan tingkat urbanisasi
2. Pembangunan desa dari bawah ke atas
3. Kebijakan pemerintah secara nasional
4. Praktik pembangunan manusia

Silahkan sahabat membaca lebih jauh hasil penelitian Chen dkk (2018) dalam artikel mereka:

Chen Chen, Richard Le GatesMin ZhaoChenhao Fang, 2018The changing rural-urban divide in China's megacitiesCities. Volume 81, November 2018, Pages 81-90

Upaya menjaga Budaya dan Komunitas (Review Jurnal)

Beberapa tahun terakhir, setiap negara bersaing untuk menunjukan eksistensi kemajuan tanpa berupaya membangun dinding mempertahankan nilai-nilai yang ada. Daerah hanya diarahkan Untuk maju, tanpa berupaya merawat harmoni kehidupan di tengah masyarakat. Masyarakat industri rasa-rasanya semakin meninggalkan keharmonisan bernegara dan bermasyarakat. Di samping itu, pola hidup yang semakin kapitalistisk terkadang melupakan ikatan perkawinan, sehingga berpotensi mengurangi populasi.

Tidak terkecuali kota-kota di Jepang, mereka menderita akibat penurunan populasi, sehingga membutuhkan revitaliasi komunitas dan stabilisasi populasi. Uwasu dkk (2018) menulis artikel menarik dengan Judul:

On the valuation of community resources: The case of a rural area in Japan

Apa yang perlu dilakukan Menurut Uwasu dkk dalam rangka merevitalisasi masyarakat Lokal di Jepang, Untuk tujuan itu mereka melakukan studi di desa Totsukawa di Prefektur Nara, Jepang. Hasilnya menunjukan beberapa hal yang perlu dilakukan:

1) Pahami karakteristik masyarakat dan segala unsur lokal
2) Pahami pola hubungan sumber daya
3) Manfaatkan faktor-faktor eksternal secara efektif
4) Pertimbangkan keseimbangan sumber daya
5) Ciptakan koneksi antar komunitas.

Elemen-elemen menjadi suplemen dalam menjaga kelestarian sumber daya yang semakin kapitalistik dan sebagai upaya menjaga sumber mata pencaharian masyarakat. Silahkan sahabat baca lebih jauh artikel mereka:

Michinori Uwasu, Yukari Fuchigami, Tomohiko Ohno, Hiroyuki Takeda dan Shuji Kurimoto. 2018. On the valuation of community resources: The case of a rural area in JapanEnvironmental Development. Volume 26, June 2018, Pages 3-11

Saturday, 18 October 2014

Kluster Industri di Romania

Clauidia Popescu (2010) dalam artikelnya yang berjudul Industrial Cluster and Economic Development in Romania, diterbitkan pada Jurnal HUMAN GEOGRAPHIES (2010) 4.2, 17-34. Menjelaskan bahwa analisis klaster industri menjadi topik yang sangat aktual untuk perdebatan akademis dan Usaha Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di Rumania, sejak akhir tahun 1990-an sampai hari ini ada banyak penelitian yang fokus pada identifikasi klaster industri dan analisis faktor yang menjadi penentu asal-usul kluster tersebut. Semua studi ini menyimpulkan fakta bahwa cluster Rumania muncul "alami" melalui daya tarik industri bagi investasi asing langsung dan dengan tidak adanya kebijakan regional untuk merangsang pembentukan aglomerasi produktif kompetitif. Di sisi lain kebijakan pembangunan daerah sejak akhir tahun 1990-an telah menyebabkan pengembangan cluster publik. Dimulai dengan 2005, empat inisiatif klaster dipromosikan sebagai instrumen untuk tumbuh daya saing melalui pembelajaran.

Popcescu (2010) juga menjelaskan: pada tahun 1990-an diterapkan kebijakan pembangunan daerah berbasis kluster publik, antara lain: Taman Industrial, Taman ilmiah dan teknologi, zona Gratis, Daerah Kurang-disukai, area restrukturisasi industri dan araa potensi pertumbuhan ekonomi, area terpadu dan inkubator busines

Fenomena Komuter (aktifitas bolak-balik dalam bekerja)

Penelitian ini mengeksplorasi karakteristik komuter antara kota-kota kecil dan pusat-pusat regional yang terletak di luar lingkup pengaruh metropolitan di Australia. Di daerah-daerah Australia  ada sejumlah tren ekonomi, sosial dan demografis yang mempengaruhi kota-kota kecil dan daerah besar. Penelitian ini menggunakan data sensus untuk mengeksplorasi karakteristik sosial-ekonomi komuter di daerah pedesaan dan pinggiran kota di Victoria, Australia. Diduga bahwa kota-kota kecil yang terletak dalam wilayah komuter atau lingkup pengaruh pusat regional terdekat menjadi bagian dari jaringan ekonomi dan bahwa peran kota-kota kecil terintegrasi dalam wilayah ini secara fungsional. Dalam wilayah fungsional ini diduga mobilitas yang mengisi kekosongan dalam pekerjaan yang diciptakan oleh tren ekonomi dan demografi telah mempengaruhi regional Australia. Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik yang unik dalam hal gender dan status sosial ekonomi dari aktifitas komuter kota-kota kecil di pedesaan. Hasil menunjukkan bahwa Komuter adalah fenomena khas dalam wilayah tersebut di luar pengaruh metropolitan, disamping itu terungkap adanya perbedaan pola dalam wilayah metropolitan. 

sumber: LIAM WILKINSON AND ANDREW BUTT, 2013. The prevalence and characteristics of commuting between small towns and regional centres in regional Victoria.  Rural Society (2013) 23(1): 75–86

Inter-Moda Trasportasi Ternyata Lebih Murah Bila Jarak Jauh, Pas Untuk Tol Laut....

Sahin et.al, (2014) melakukan pengkajian efektifitas penggunaan intermoda. Peneliti mengamati model transportasi intermoda yang berbeda berdasarkan analisis biaya, dengan mempertimbangkan parameter faktor teknis, ekonomis, dan operasional. Model ini terdiri dari mode intermodal seperti laut-jalan, laut-kereta api, jalan-jalan kereta api, dan multimode laut-jalan-kereta api. Peneliti melakukan studi kasus transportasi kargo dengan menggunakan model yang disarankan. Kemudian, model transportasi jalan tunggal telah dibandingkan moda intermodal dalam hal biaya transportasi. Perbandingan ini tentunya memperhitungkan biaya eksternal transportasi antar moda. Penelitian ini mengungkapkan bahwa, dalam transportasi jarak pendek moda transportasi tunggal cenderung menguntungkan. Sedangkan jarak transportasi yang panjang, keuntungan transportasi intermoda cendrung menguntungkan dalam hal biaya. (Sumber: Bahri Sahin, Huseyin Yilmaz, Yasin Ust, Ali Fuat Guneri,, Bahadir Gulsun, dan Eda Turan (2014). An Approach for Economic Analysis of Intermodal Transportation. Scientific World Journal Volume 2014, Article ID 630320, 10 pages)


Temuan ini dapat menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dalam Membuat Tol Laut. Mengingat pertimbangan jarak pulau-pulau di nusantara cukup jauh, maka pembangunan Tol Laut sangat relevan untuk menekan biaya transportasi. Walaupun peneltian ini bukan dilakukan di Indonesia, tapi di Turki, namun saya kira hasilnya tidaklah terlalu jauh berbeda

Peran Membeli Makanan Lokal Pembangunan Ekonomi

Hodges, Stevens dan and Wysocki (2014) melakukan Survei 1.599 rumah tangga secara acak di Florida Amerika Serikat tahun 2012 untuk mengevaluasi karakteristik konsumen dan dampak ekonomi dari pembelian makanan lokal melalui toko-toko ritel, restoran, dan saluran pasar langsung ke konsumen. Hasil temuan menunjukan bahwa nilai total tahunan pembelian makanan lokal rata-rata $ 1.114 per rumah tangga dan mewakili 20,1% dari makanan yang dibeli untuk konsumsi rumah tangga. Dampak ekonomi dari total pembelian makanan lokal di Florida AS diperkirakan mencapai 183.625 pekerjaan dan US $10.470.000.000 nilai tambah. Itu termasuk multiplier efek secara regional untuk distribusi hasil produksi sektor pertanian, grosir dan eceran (Sumber: Alan W. Hodges, Thomas J. Stevens, and Allen F. Wysocki, 2014. Local and Regional Food Systems in Florida: Values and Economic Impacts. Journal of Agricultural and Applied Economics, 46,2(May 2014):285–298.



EKSPOS RENCANA PENYUSUNAN MASTER PLAN EKONOMI GARAM NTB

EKSPOS RENCANA PENYUSUNAN MASTER PLAN EKONOMI GARAM NTB DR. M FIRMANSYAH (DOSEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS) MENUNJU INDUSTRIALIS...